Sunday, May 10, 2009

Waiting..


aku masih belajar menunggu..
ketika engkau yang memiliki rindu di hatiku
pergi tanpa kabar
tanpa sebuah kepastian

aku masih belajar menunggu
ketika engkau yang pernah berkata cinta
datang dengan kata mesra

engkau pernah bilang,

“aku pasti pulang”

tapi sekian waktu engkau tak datang..

aku masih belajar menunggu
ketika engkau dan keluargamu meminangku
menghalalkan seluruh kehidupanku.

aku menunggu mu Kak,
menunggu senyuman dan pelukan
yang biaskan semua sesak kekesalan

tapi
kau tak pernah kelihatan
tak pernah kembali
walau hanya sekedar mimpi

aku masih belajar menunggu
Kak.


Menunggu.
Salah satu kegiatan paling membosankan di muka bumi ini.
Tapi mengapa aku terus melakukannya?
Itu juga salah satu pertanyaan paling sulit dijawab yang pernah ada.

Bila menunggu dalam konteks ini sama seperti menunggu kereta atau MRT yang mempunyai jadwal tetap, mungkin kita bisa merasa lebih baik.
Tetapi jika ketika yang ditunggu tak kunjung tiba..
apa yang harus kulakukan?
Satu kata: Percaya. -percaya dengan P besar-
Tentu saja aku percaya. Tapi sampai kapan kepercayaan ini akan bertahan? Mungkin sebentar lagi akan sirna. Sebentar dalam arti beberapa periode. Mungkin juga beberapa minggu. Kau tahu aku masih sangat labil. Aku akan terus menunggu kehadiranmu lagi..

Jika aku bosan menunggu apa yang harus aku lakukan?
Masih satu kata: Sabar. -dengan S besar-
Aku janji akan sangat sabar menunggumu, dengan segala kesibukanmu. Aku janji akan berusaha mengerti. Meskipun diariku akan selalu basah oleh air mataku, itu tidak menjadi berarti lagi ketika kau kembali di sisiku.
Dan berjanjilah juga padaku, bahwa kau tidak akan membuatku menunggu terlalu lama.. Aku merindukanmu.

1 comment :