Thursday, October 13, 2016

Meragukan Kesaktian Tuhan

Semua temen gue tau kalo gue males ngomong tentang keimanan gue. Bukan soal agama gue loh, keimanan merupakan sesuatu yang terlalu pribadi untuk dibagi ke sembarang orang. Gue masih yakin kalo Yesus itu Tuhan, tapi yang mau gue omongin bukan itu. 

Di abad 21 ini gue jarang nemu orang beragama yang tersinggung karena agamanya diomongin. Karena gue emang ga berteman dengan mereka. Yang sering gue temukan adalah kami yang saling menghina, atau karena gue adalah pihak penyinggung, dan yang tersinggung bergeming tak mengurusi urusan duniawi layaknya martir syurga.

Sudah menjadi pandangan umum bahwa agama itu urusan masing-masing pribadi sama Tuhannya. Mau muja Yesus kek, Leonardo di Caprio kek, pohon kek, sama aja. Apapun kata gue mereka akan tetap menjadi Tuhan setidaknya buat lo, dan gue yakin kesaktian mereka ga bakal berubah karena perbuatan siapa-siapa. Mereka akan tetap sakti, apapun yang isi bumi katakan tentang mereka.


Gue rasa adalah buang-buang waktu untuk membela sesuatu yang 'abuden', yang absolut, dan entah berapa total waktu nasional yang dihabiskan analis-analis menanggapi bagaimana Ahok menghina ayat suci seakan-akan Tuhan adalah makhluk tidak berdaya yang tidak bisa membela dirinya. Jika Tuhan yang dulu bisa mematikan orang perkara tidak permisi sebelum kencing di hutan, apakah sekarang Dia sudah terlalu tua? Tuhan berubah, ataukah keyakinan kita yang berubah?

Bukankah Tuhan adalah Tuhan? Apa Tuhan itu Kitab (musti kapital)? Apakah Tuhan seketika hina? Apa kesaktian Tuhan seketika berkurang?
Kalau Tuhan bisa dibilang yang paling kita jaga dan kita sayang, bisa kita andaikan Tuhan sebagai pacar. Tuhan adalah kekasih hati bagi orang Kristen dan juga untuk Rumi, dan meski Ia dihina gue akan bilang: "Gapapa Tuhan, Tuhan tetep paling hebat buat aku." Kebanyakan sih gue diem, karena pacar yang itu terlalu secure dalam posisinya di hidup gue. Dia tahu Dia siapa.

Absolut adalah purna. Tak bercacat, dan tak akan tersentuh meski diserang apapun. Tuhan yang Esa, Tuhan yang Maha. Tak akan berkurang kasih, tak akan berkurang adil, dan takkan mengurangi jatah oksigen untuk orang2 yang menghina Dia.
Kristen dan Islam sama-sama agama monoteis, kita sama-sama percaya Tuhan yang satu. Yang kita percayai tetap sama dan tidak berubah. Ataukah memang Tuhannya agama kurang berdaya untuk mengejawantahkan amarahnya?


1 comment :