Hmm. Diatas itu judul dari puisi g yg menang lomba kemaren.. *baca post dibawah*
Sebenarnyaa.
G lupa udah nulis apaan. Sumpah.
Yang dibawah ini g ambil dari draft yg g bikin di tempat lomba.
Kaenya ga persis dengan apa yg g kumpul waktu itu.
Tapi kurang lebih kae gini lah. XDXD
enjoyy.
Jeritan Rakyat
Siapa yang tak tahu kekayaan negeri
Dan siapa pula yang tidak tahu keserakahan pemerintah kita?
Uang, uang, uang, dan hanya uang
Kesejahteraan rakyat tak lagi penting
Hutan kita dibabat habis, jadi produk industri lebih menguntungkan katanya
Menguntungkan bagi siapa?
Yang terhormat para menteri,
Tahukah kalian sangat memuakkan dengan perut buncit itu?
Aku yakin isisnya cacing dan ulat
Tolong berhenti makan uang kami!
Apakah kalian tidak pernah belajar agama dan sopan santun?
Bukankah kalian adalah orang-orang yang mengaku berintelektual tinggi?
Tidak tahukah kalian bahwa mengambil milik orang lain itu dosa?
Kembalikan uang kami!
Minta tunjangan ini-itu
Mengeluh gaji tak pernah cukup
Kami bisa hidup dengan tiga belas ribu rupiah sebulan
Apalagi yang tak cukup pak?
Oh ya, aku lupa.
Bagaimana bisa cukup ya
Membiayai dua bahkan tiga dapur
Belum lagi yang dibayar untuk semalam saja
Hehe. Maaf pak, saya lupa.
Kain merah putih itu tak lagi berkibar
Tak ada lagi angin pujian untuk
Yang tersisa hanyalah api celaan yang berkobar
Yang membakar habis bendera kita
Kapankah kemakmuran rakyat yang merata bisa didapati?
Kapankah korupsi bisa diberantas habis?
Kapankah mereka bisa berhenti berjanji buta?
Atau haruskah kutanya ‘akankah’?
Entahlah..
Kuharap sebelum kiamat tiba.
Beberapa bagian keren banget. ;))
ReplyDelete...btw, kiamat sebentar lagi kez.
keren skali ipul!!!
ReplyDeleteBenar2 luar biasa...
ReplyDelete